Untuk website dengan sekala kecil sampai menengah PHP memang banyak menjadi andalan, apalagi dengan adanya banyak sekali Framework dan CMS yang terbuat dari bahasa PHP ini. Ada sekitar hampir 80% website yang online sekarang menggunakan PHP sebagai bahasa pemrogramannya, baik itu website yang bersekala kecil maupun besar data tersebut saya dapat dari w3tech.

Tapi seiring dengan berkembangnya suatu webite maka baik jumlah pengunjung, data yang diolah, hingga web service-nya pasti akan meningkat dengan signifikan. Nah terkadang developer secara instan akan mengatakan server sudah tidak bisa menghandle banyak request lagi sehingga diperlukan upgrade server dengan spesifikasi yang lebih tinggi.

Tapi itu bisa jadi solusi jangka pendek sebab tidak butuh waktu yang lama website pasti akan mengalami perlambatan lagi. Ini terjadi karena PHP yang digunakan dalam bahasa servernya akan menyediakan memory yang dibutuhkan untuk masing - masing requestnya, jadi jika dalam 1 request website kalian menghabiskan memory sebanyak 5MB maka jika ada 100 request per detik maka memory usage kalian akan menyentuh angka sekitar 500MB.

Nah itu baru memory belum komponen lainnya seperti bandwidth, cpu, dan IO. Berarti perlu ganti bahasa kah? wait tidak perlu se-extrem itu, itu bukan berarti PHP tidak bisa dioptimasi. Nah jadi sebelum melakukan upgrade server lakukan beberapa optimasi sampai seoptimal mungkin jadi kalian akan mengupgrade server jika memang tidak ada yang bisa dioptimasi lagi ini tentunya akan menghemat uang yang kalian gunakan untuk mengupgrade server.

Nah disini saya akan share 5 langkah yang bisa kalian lakukan pada website php kalian :

1. Upgrade Versi PHP

Ok untuk kalian yang belum move-on dari PHP 5.x.x sebaiknya segeralah upgrade versi PHP kalian ke versi 7 keatas. Sebab ada perbedaan performa yang sangat signifikan PHP 5 dengan PHP 7. Pada PHP 7 banyak sekali peningkatan yang dilakukan mulai dari proses eksekusi query hingga memory usage semuanya ditingkatkan secara optimal.

Sumber gambar : leanpub.com.

Ok kalian bisa lihat perbedaanya pada grafik diatas. Pada grafik diatas menunjukan peningkatan performa pada masing - masing framework dan CMS setelah menggunakan PHP 7 dan hasilnya rata - rata peningkatannya request per second yang bisa didapat sekitar 2x lipat dari PHP 5.

 

2. Aktifkan OPcache

Mungkin banyak yang belum sadar bahwa sebenarnya PHP secara default menyediakan cache system sendiri yang disebut OPcache. Nah cara kerja OPcache sendiri sebenarnya cukup sederhana yaitu menyimpan byte code atau hasil dari parsing setiap file pada php pada memory.

Jadi ketika akan ada request masuk selanjutnya PHP hanya membaca byte code yang tersimpan pada memory sebelumnya jadi PHP hanya memparsing file - file yang diperlukan saja. Fitur ini hanya tersedia pada PHP versi 5.6.x keatas.

Cara mengaktifkan OPcache ini juga cukup mudah yaitu pada menu utama Cpanel cara pada section Software kemudian click pada menu Select PHP Version.

Kemudian pada extension-nya cari centang opcache kemudian save.

Jika extension-nya tidak tersedia silahkan tanyakan langsung ke penyedia jasa hosting masing - masing.

 

3. Cache Data Hasil Query Database

Ini konsepnya sama seperti OPcache tadi. Kalian hanya melakukan query sekali dan data hasil query tersebut akan tersimpan ke dalam cache nah ketika ada user lain yang mengakses halaman yang sama maka server tidak akan menyentuh database lagi melainkan mengambil data dari cache tadi.

Ada banyak sekali teknik caching yang sudah disediakan dimasing - masing Framework dan CMS tinggal menyesuaikan saja dengan Framework/CMS yang kalian gunakan dan bagaimana cara penggunaan cache-nya.

Tapi saya pribadi menggunakan Framework Laravel jadi saya menggunakan cache system bawaan dari Laravel sendiri.

 

 4. Review Code

Ada kalanya pengunjung di website kalian tidak terlalu ramai tapi website kalian tetap terasa lambat meskipun koneksi kalian tidak ada gangguan. Mungkin kalian perlu meluangkan waktu untuk me-review apa yang sudah anda buat dan kira - kira dimana penggunaan code yang kurang efektif dan perhatikan juga penggunaan loop bertingkat biasanya ini yang sering menjadi problem usahakan dalam 1 page maksimal hanya boleh 1 loop bertingkat itupun harus kalian batasi panjang perulangannya usahakan seminimal mungkin.

Periksalah satu per satu proses yang ada dalam website kalian jika ada yang dirasa memakan waktu cukup lama coba periksa kembali code yang meng-handle proses tersebut dengan seksama.

Mengenai tips untuk membuat code yang efisien kalian bisa baca artikelnya disini.

 

5. Bijaklah Dalam Penggunaan Library dan Plugin

Nah ini salah satu hal krusial yang harus diperhatikan untuk pada Web Developer. Diluar sana ada banyak sekali library atau plugin yang bisa kita pakai untuk membangun sebuah website dengan waktu yang sesingkat mungkin.

Akan tetapi banyak Developer yang terbuai dengan kehadiran suatu library dan plugin ini. Sebab ketika semua seluk beluk website kalian terjajah dengan library dan plugin( khususnya ) maka website kalian akan berjalan lebih lambat daripada website - website sejenisnya yang penggunaan library dan plugin-nya minimal.

Sebab dibalik fitur - fitur yang ditawarkan hanya sebagian kecil dari plugin itu yang benar - benar digunakan dan terlebih lagi kita tidak bisa mengkontrol website yang kita buat sendiri secara utuh ketika banyak plugin bertebaran pada website kita sebab si pengembang plugin akan memberi batasan - batasan pada plugin buatannya dan fitur - fitur penting akan disediakan ketika kalian upgrade ke versi pro.

Jadi saran saya sebelum melakukan pengembangan analisa terlebih dahulu kira - kira fitur mana saja yang bisa kalian buat sendiri dan yang mana menggunakan plugin.

 

Ok mungkin sekian tips kali ini, dan jika ada yang ingin didiskusikan atau ada yang ingin memeri tips lainnya bisa langsung dikolom komentar :) .
Untuk kalian yg lagi cari monitor atau aksesoris seperti keyboard, mousepad dan mouse bisa lihat rekomendasi saya di tokopedia ya.

Icons made by Freepik from www.flaticon.com is licensed by CC 3.0 BY